Friday, March 2, 2012

Angry Birds Masuk Facebook untuk Melipatgandakan Pengguna



Game Angry Birds akhirnya secara resmi bisa dimainkan di situs jejaring sosial Facebook mulai Selasa (14/2/2012). Tersedianya game buatan Rovio, Finlandia, itu di Facebook bisa melipatgandakan pengguna Angry Birds di seluruh dunia.
"Kita sudah biasa bermain di perangkat bergerak. Untuk memperbesar jumlah pengguna Angry Birds, kami menyasar situs jejaring sosial yang paling banyak penggunanya, yaitu Facebook," kata Senior Vice President Rovio Asia Henri Holm selepas peluncuran "Angry Birds on Facebook Jakarta Challenge" di Mal Kelapa Gading 2 Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Saat ini, jumlah pengguna yang telah mengunduh game Angry Birds di ponsel mencapai 700 juta pengunduh secara global. Sementara jumlah pengguna Facebook hingga kini diperkirakan telah menembus angka 800 juta pengguna di seluruh dunia.
Meski demikian, Henri enggan menjelaskan target pasar yang ingin diraih dari jumlah pengguna Facebook di seluruh dunia tersebut. Tapi diam-diam, Rovio selaku pembuat game Angry Birds tersebut telah memiliki data pengguna Facebook di masing-masing negara. Harapannya, Angry Birds juga bisa diterima di negara-negara tersebut.
"Saya tidak mau menjelaskan soal target dan angka. Yang saya pikirkan adalah bagaimana Angry Birds ini punya penggemar yang banyak, tidak hanya di Facebook, tapi juga mengoleksi mainan atau suvenir yang kami tawarkan," katanya.
Untuk menambah pundi-pundi dana bagi Rovio, pembuat game Angry Birds, mereka juga melakukan penjualan suvenir Angry Birds mulai dari mug, kaus, buku, boneka, jam tangan, dan aneka suvenir lain yang memakai karakter Angry Birds secara online.

Facebook Timeline Segera Dibuka untuk Pemilik Merek



Seandainya McDonalds punya Facebook Timeline, mungkin seperti ini tampilannya.

Facebook Timeline dilaporkan akan segera tersedia untuk pemilik merek sebagai alat promosi. Versi betanya diyakini akan tersedia akhir Februari.

Hal itu dilaporkan Mashable yang mengutip pemberitaan di Ad Age. Konon, Facebook akan mengumumkan hal itu dalam sebuah acara di New York, 29 Februari 2012.

Timeline saat ini baru tersedia untuk akun pengguna pribadi di Facebook. Sedangkan Facebook belum secara tegas mengatakan apakah Timeline akan tersedia untuk pemegang merek.

Sementara ini, pemegang merek atau organisasi lain menggunakan Facebook Page dengan format lama untuk menegaskan eksistensinya di Facebook.

Apa yang bisa dilakukan pemegang merek dengan Timeline? Sekadar contoh, mereka bisa saja menuliskan sejarah brand dari awal berdirinya hingga kini.

Desain Facebook Timeline yang kaya akan gambar juga bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh merek-merek ternama. Seperti yang pernah dibayangkan oleh beberapa pihak dan dimuat di Mashable.

Di sisi lain, Google+ dan Twitter juga telah membuka diri untuk halaman milik merek tertentu. Halaman khusus merek tertentu di Twitter akan memiliki kemampuan mengubah header.

Halaman khusus di Twitter itu telah diumumkan seiring perubahan desain pada Twitter. Tampilan baru Twitter itu memindahkan posisi kolom dan mengubah Tab yang tersedia.

Seperti Twitter, Facebook Bakal Punya "Verified Account"


Facebook merilis verifikasi akun menggunakan identitas asli. Sejumlah selebritas dan tokoh yang memiliki subscriber banyak di Facebook, akan dikirimi pilihan untuk memverifikasi akun, ketika login di Facebook. Hal ini dilakukan Facebook untuk mengurangi kesalahan pengguna men-subscribe akun yang salah.

Belajar dari kesalahan Twitter yang pernah salah memverifikasi akun istri Rupert Murdoch, Facebook menerapkan sistem verifikasi menggunakan paspor, SIM, dan kartu identitas perusahaan yang di-scan dan dikirimkan ke Facebook.
Kartu yang di-scan juga bisa menggunakan kartu kredit, kartu pelajar, kartu perpustakaan, atau akte kelahiran. Scan kartu identitas asli tersbeut harus berwarna, menunjukkan nama asli dengan jelas, dan memiliki informasi sensitif yang rahasia.

Untuk menjaga kerahasiaan identitas pengguna, Facebook akan segera menghapus foto scan identitas yang dikirimkan ke Facebook, setelah proses verifikasi berhasil. Dengan kata lain, Facebook hanya butuh untuk melihat dan memastikan bahwa pemilik akun adalah orang yang asli, sesuai dengan nama yang terdaftar.

Bentuk pilihan verifikasi akan seperti gambar berikut :

facebook-verified-accounts1
Saat melakukan pendaftaran verifikasi akun, pengguna akan diberi pilihan untuk menampilkan nama asli dan nama panggilan (yang akan tampil di samping nama asli. Misalnya Stefani Germanotta alias Lady Gaga, bisa menggunakan Account Verified untuk memverifikasi bahwa dia adalah Stefani Germanotta.
Ia bisa menampilkan namanya sebagai "Stefani Germanotta (Lady Gaga)", atau menampilkannya sebagai hanya "Lady Gaga" dan nama Stefani Germanotta akan muncul pada halaman profilnya.

verified-accounts-alternate-name
Langkah terakhir adalah memasukkan hasil scan kartu identitas asli yang berwarna dan jelas terbaca. Bentuk formulir untuk memasukkan identitas asli akan seperti gambar berikut :

verified-account-id-submission
Jika Twitter dan Google Plus memiliki simbol verifikasi untuk menunjukkan bahwa akun tersebut asli, Facebook justru tidak melakukannya.
Setelah pengguna memverifikasi akunnya, keuntungan yang didapat akan langsung terasa, yakni nama akunnya akan sering muncul di halaman saran dari Facebook. Kolom ini biasanya terdapat di kanan atas halaman depan Facebook, seperti gambar berikut :

people-to-subscribe-to-done-small
Dengan saran ini, Facebook akan menunjukkan bahwa akun-akun yang disarankan merupakan akun asli yang telah diverifikasi dan layak untuk di-subscribe.

Facebook Tambahkan 12 Aplikasi Media untuk Timeline



Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, memperkenalkan Facebook Timeline pertama kali dalam acara Facebook f8 Developers Conference di San Francisco, California (21/9/2011)

Facebook telah merilis Timeline Apps dan Open Graph. Dengan Open Graph, pengguna Facebook akan bisa menggunakan aplikasi dari pihak ketiga, dan membagikannya kepada teman-teman di jejaring sosial tersebut.
Melengkapi hadirnya Timeline Apps, Facebook telah menambahkan 12 aplikasi media untuk mengisi kategori News di daftar aplikasi Timeline. Sebelumnya Facebook telah menyediakan aplikasi media dari The Washington Post, The Guardian UK, Yahoo, Rockmelt, dan Digg.

Kedua belas aplikasi media tersebut adalah Buzzfeed, CBS Local: Los Angeles and New York, CMT, The Daily Show, GetGlue, Huffington Post, Mashable, MSNBC.com, MTV News, Pixable, dan Sporting News.

Menurut Justin Osofsky, Facebook Director of Media Partnership, aplikasi media untuk timeline memang terbukti berhasil meningkatkan trafik pengunjung media tersebut. The Guardian misalnya, telah digunakan 5 juta orang sejak rilis di Timeline.

"Kami menunggu media lainnya membuat aplikasi untuk Timeline. Aplikasi untuk Timeline membawa jalan baru bagi media untuk terkoneksi dengan pembaca mereka dan untuk mendistribusikan konten dengan audiens baru," jelas Osofsky dalam wawancara dengan Cnet.

Konsep Aplikasi untuk Timeline
Untuk bisa mengakses aplikasi-aplikasi apa saja yang tersedia di Timeline Apps, pengguna Facebook bisa mengakses halaman berikut : http://www.facebook.com/about/timeline/apps. Di bagian bawah, pengguna bisa memilih aplikasi berdasarkan kategori seperti gambar dibawah ini :

timeline app
Setelah memilih kategori, maka pengguna bisa memilih aplikasi pilihannya. Misalnya setelah memilih kategori news, lalu klik aplikasi Washington Post Reader, maka tampilannya akan seperti ini :

Washington Post App
Pengguna bisa memilih apakah aktivitas menggunakan aplikasi ini hanya bisa dilihat oleh dirinya sendiri, atau bisa dilihat oleh teman. Pengaturannya sama dengan pengaturan privacy untuk posting ketika update status. Lalu klik "Go To App".

Setelah klik Go To App, maka apapun yang dibaca oleh pengguna dari aplikasi tersebut akan terkirim ke Timeline. Tampilannya sama dengan tampilan aplikasi game yang lebih dulu hadir di Timeline, seperti berikut :

tampilan app di timeline

SkyDrive Jadi Aplikasi "Native" di Windows 8

SkyDrive di Windows 8

Persaingan bisnis penyimpanan data di cloud atau bisa kita sebut sebagai "hard disk online" semakin memanas dengan diumumkannya ketersediaan SkyDrive secara native di Windows 8.

Microsoft mengumumkan secara resmi ketersediaan aplikasi 'Metro-style' SkyDrive di Windows 8 yang langsung terintegrasi dengan Windows Explorer, pada Senin (20/2/2012).

Skydrive adalah layanan storage online milik Microsoft yang menyediakan kapasitas penyimpanan data di Internet sebesar 2 GB secara gratis.

SkyDrive ini sebenarnya sudah sejak lama ditawarkan oleh Microsoft. Namun, sebelumnya SkyDrive harus diakses dari web browser atau aplikasi di perangkat mobile.

Kini di Windows 8, Microsoft menjadikan SkyDrive sebagai bagian dari sistem operasi terbaru tersebut.

Sehingga nantinya, pengguna Windows 8 dapat langsung memindahkan atau mengambil file dari SkyDrive dengan drag-and-drop, semudah mengakses folder data di hard disk lokal.

Dengan kemudahan ini, pengguna Windows 8 dapat mengakses file atau dokumennya kapan pun dan di mana saja, selama ada akses Internet.

Aplikasi SkyDrive ini akan mulai tersedia di Windows 8 Consumer Preview yang akan diluncurkan Microsoft pada akhir Februari ini.

Tak sekadar di Windows 8, aplikasi desktop SkyDrive juga akan tersedia di Windows Vista dan Windows 7.

Di bisnis storage online ini sebelumnya telah diramaikan dengan vendor lain, seperti Dropbox yang menjadi produk hard disk online yang paling populer saat ini.

Ingin Video YouTube Anda Ditonton Jutaan Orang? Ini Caranya!

Situs video sharing, YouTube telah berkomitmen untuk menginvestasikan dana sebesar 100 juta dollar AS untuk membangun 96 video channel baru dan telah merekrut bakat-bakat top dari Hollywood untuk memproduksi konten.

Namun, pencarian bakat Google ini masih belum selesai. Google masih mencari bakat-bakat potensial lainnya. Siapkan diri Anda menjadi pembuat video yang andal, siapa tahu Google mau merekrut Anda.

Berikut ini adalah tips bagaimana membuat sesuatu yang "besar" di YouTube.

Subscriber, subscriber, subscriber

Perubahan desain YouTube mengindikasikan bahwa satu video lama Anda yang banyak dilihat belum tentu menjadi tiket Anda menjadi bintang saat ini. Video "Evolution of Dance" yang menjadi klip yang paling banyak dilihat pada masanya, ternyata tidak  relevan dalam dimensi baru YouTube.

Berikut adalah video Evolution of Dance yang telah dilihat 190 juta kali.



Saat ini, yang Anda butuhkan adalah "subscriber". Subscriber adalah audiens yang akan mengetahui setiap kali Anda mem-posting video, yang otomatis akan dimasukkan dalam "Views".

Pendiri Maker Studio, Danny Zapping mengatakan banyak video yang langsung memperoleh banyak "Views" di minggu pertama setelah di-posting, karena "subscriber" telah menunggu.

Buat video yang berkualitas
Video berkualitas tinggi akan lebih diterima publik. Itulah mengapa Peter "NicePeter" Shukoff menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk membuat beberapa episode "Epic Rap Battles of History" sebelum dipublikasikan.

Shukoff dan rekannya, Lyoyd "Epic Llyod" Ahlquist membuat video yang menampilkan tokoh-tokoh bersejarah seperti Benjamin Franklin, Shakespeare, dan Genghis Kahnn.

Ia membuat musik rap yang membuat ketiganya seperti sedang berdebat, mencaci maki satu sama lain namun menggunakan lirik yang ilmiah. Dua kreator ini menggunakan contoh nada dari seluruh dunia yang dikombinasikan dengan lirik rap dan mind-blogging yang presisi.

Berikut adalah video hip hop battle antara Albert Einstein dan Stephen Hawking yang telah dilihat lebih dari 37 juta kali.



Apakah Anda tahu apa yang diperdebatkan pada sesi pertama dari pertarungan Albert Einstein dan Stephen Hawking? Mereka mendebatkan soal partikel teoritis multi-dimensi dalam dunia Fisika. Shukoff tahu referensi ini akan menggelitik penonton dan ia berhasil melakukannya.

"Jika Anda memiliki aundiens yang besar, akan ada banyak orang dengan tingkat pemahaman yang berbeda-beda," jelasnya.

Perhatikan waktu rilis
Banyak operator channel YouTube mem-posting video bersamaan dengan jadwal seri episode dalam acara reguler televisi. Ray William Johnson memasukkan video baru setiap Rabu dan Jumat. Jika ia tidak memasukkan video di hari itu, maka audiens akan menunggunya.
Pembuat Zappin tersebut juga tidak merekomendasikan meng-upload video baru di larut malam atau awal pagi. Sebagian besar pengakses YouTube adalah usia pelajar. "Jika Anda meng-upload terlalu pagi, banyak pelajar yang masih di sekolah, sehingga mereka mungkin tidak melihatnya," ujar Johnson.

Indonesia Belum 100 Persen Siap "Cloud Computing"



Schuey/Flickr/Creative Commons
Indonesia dinilai belum siap untuk mengadopsi teknologi Cloud Computing. Gara-garanya, infrastruktur internet dan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia belum siap menjalankan teknologi tersebut.

Pemerhati IT Michael S Sunggiardi menjelaskan dari seluruh masyarakat Indonesia, yang mau memanfaatkan fasilitas IT ternyata tidak lebih dari 10 persen. Itupun hanya mewakili masyarakat di Pulau Jawa saja.

"Memang 10 persen masyarakat Indonesia itu sudah siap memakai Cloud, tapi apakah itu mewakili seluruh masyarakat Indonesia?" kata Michael.

Dalam diskusi Cloud Computing: A New Jargon, Technology or Business Model? di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (22/2/2012), Michael mengatakan artinya Cloud Computing belum siap dipakai oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Baru 10 kota


Menurutnya, dari sekitar 497 kota besar di seluruh Indonesia, ternyata hanya ada sekitar 10 kota besar yang siap memanfaatkan teknologi tersebut.

Di sisi infrastruktur internet, hanya 10 kota besar itu yang sudah memiliki koneksi lancar setingkat jaringan 3G. Padahal, infrastruktur internet ini diperlukan untuk mengakses data ke Cloud.

Di sisi SDM, masyarakat Indonesia dinilai belum mumpuni untuk mengadopsi terutama menjalankan teknologi tersebut. Sehingga Indonesia bisa dibilang cukup terbelakang mengadopsi Cloud Computing.

"Padahal yang akan menjalankan teknologi ini adalah SDM tersebut. Jika tidak bisa, lalu siapa yang akan menjalankan?," kata Michael.

Aturan belum jelas


Teknologi Cloud Computing ini dinilai juga belum memiliki aturan yang jelas, baik di sisi Peraturan Menteri, Keputusan Menteri ataupun Undang-undang. Sehingga kalangan industri justru berjalan tanpa adanya aturan.

"Seharusnya pemerintah proaktif terhadap industri ini. Kalau kita yang minta aturan, kita yang malah repot, dari dulu tidak pernah jadi-jadi aturannya," tambah Michael.

Namun Founder Indonesian Cloud Forum Teguh Prasetya menjelaskan industri dan teknologi Cloud Computing sebenarnya tidak memerlukan aturan khusus.

Pasalnya, Cloud Computing bukan industri dasar (basic source) tapi hanya layanan nilai tambah (Value Added Services).

"Seharusnya cukup memakai aturan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Private Law," kata Teguh.

Aturan tersebut dinilai cukup untuk mengatur transaksi dan adaptasi teknologi Cloud Computing. Karena pada dasarnya, teknologi Cloud Computing ini secara teknis sudah aman.

Masalahnya, ada SDM yang memanfaatkan celah untuk mencuri data yang disimpan di Cloud. "Itu bisa diatasi dengan aturan tadi," jelasnya.

Masyarakat sudah siap


Teguh juga mengatakan, bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia sudah siap untuk memanfaatkan teknologi. Tentunya, disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan masyarakat, mulai dari UKM hingga industri besar.

Masalahnya, kata Teguh, hanya kesiapan soal infrastruktur internet. Tapi, pada dasarnya, Cloud Computing juga bisa dilakukan tanpa koneksi internet yang cepat.

Bahkan cloud computing menurut Teguh juga bisa dilakukan hanya dengan memanfaatkan teknologi pesan singkat (sms).

"Di sisi harga juga tidak ada masalah karena masyarakat bisa memilih harga layanan Cloud mulai dari 10 dollar AS bahkan bisa sewa per jam," jelasnya.

Mozilla Bakal Buka Toko Aplikasi Pesaing App Store dan Android Market

Mozilla, perusahaan di balik browser Firefox, menyatakan akan memperkenalkan toko aplikasi pada Mobile World Congress (MWC) Show di akhir Februari 2012. Toko Aplikasi Mozilla ini akan tersedia untuk konsumen di akhir tahun ini.

Mozilla Marketplace, nama toko aplikasi tersebut,akan dibangun dengan teknologi Open Web, seperti HTML5 dan Application Programming Interface (API) yang disarankan oleh Mozilla.

Aplikasi di Mozilla Marketplace akan terdiri atas game, media, musik, dan aplikasi yang mendukung produktivitas pengguna.

Dengan toko aplikasi, Mozilla secara langsung akan bersaing dengan toko aplikasi milik Apple (App Store), Google (Android Market), dan Microsoft (Microsoft Marketplace). Karena Mozilla Marketplace selain untuk pengguna komputer, juga ditujukan untuk smartphone dan tablet.

Versi beta dari Marketplace sudah pernah dibuka, namun saat ini ditutup kembali untuk pengembangan lebih lanjut. Mozilla Marketplace akan menjadi bagian dari Mozilla Web Apps Platform, yang di dalamnya terdapat API yang dirahasiakan.

Aplikasi di Mozilla Marketplace akan tersedia dalam dua versi, yakni yang gratis dan berbayar. Mozilla sedang bekerja sama dengan PayPal untuk membangun sistem pembayaran aplikasi.

"Web adalah platform terbesar di dunia. Kami ingin memberikan kesempatan kepada developer untuk bermain di pasar yang paling besar yang belum pernah mereka bayangkan," ujar Todd Simpsons, Chief of Innovation Mozilla.

"Dengan membangun bagian yang hilang, Mozilla kini membuka potensi Web menjadi paltform untuk mengkreasikan dan mengkonsumsi konten dimanapun," tambahnya.

Keterangan lengkap akan disampaikan Mozilla pada MWC Show yang akan berlangsung mulai 27 Februari 2012.

Apple dan Facebook Tidak Ingin Bermusuhan

Apple selama ini dikenal sebagai perusahaan yang cukup agresif melakukan gugatan kepada perusahaan pembuat perangkat mobile, lantaran Apple mengklaim perusahaan lainnya sering menyontek desain dan teknologi yang dipelopori Apple.

Sebut saja beberapa yang sering "ditemui" Apple di meja pengadilan, seperti Motorola, Samsung, Microsoft, dan HTC. Namun, kepada perusahaan berbasis web, Apple menganggap mereka adalah teman, termasuk Facebook.

Saat rapat umum pemegang saham di kantor Apple di Cupertino, California, Jumat (24/2/2012), seorang audiens mengajukan pertanyaan kepada CEO Tim Cook, apakah Apple menganggap perusahaan web sebagai "teman" atau "musuh"?

"Kami melakukan banyak hal dengan mereka dan banyak sekali pengguna Apple yang juga menggunakan Facebook. Saya selalu berpikir bahwa keduanya dapat berbuat lebih banyak bersama-sama," jelas Cook.

Ia menambahkan, hubungan Apple dengan perusahaan berbasis web ini tidak seperti dengan perusahaan lain. "Kita sering melihat terjadi 'tumpang tindih' yang signifikan dari apa yang telah dilakukan Apple," ucap Cook.

Sepertinya, Facebook pun merasakan hal yang sama. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Facebook pernah menyatakan bahwa iOS adalah platform penting untuk Facebook dan Facebook memiliki hubungan yang baik dengan Apple.

Namun, bukan tak mungkin di masa depan Facebook pun akan "dimusuhi" oleh Apple. Apabila Facebook punya produk yang "berseberangan" dengan Apple. Bebeberapa waktu yang lalu, memang sempat beredar Facebook akan membuat ponsel khusus untuk mengakses jejaring sosial tersebut.

Mudahnya Berita Palsu Beredar Lewat Twitter

Ungkapan "Think Before You Tweet" tampaknya memang harus diterapkan oleh pengguna Twitter. Tweet yang berisi gurauan sekalipun, jika ditanggapi serius oleh pengguna Twitter lainnya, akan berakibat fatal, terutama jika menyangkut berita kematian seseorang.

Seorang pengguna Twitter bernama Michael Robert Meras dengan akun Twitter @PwedeMerasMuna menuliskan "berita palsu" soal kematian Rowan Sebastian Atkinson (yang biasa dikenal sebagai Mister Bean) pada Minggu (26/2/2012) lalu.

Hanya selang beberapa jam setelah tweet tersebut di-posting, pengguna Twitter yang lain pun melakukan re-tweet dan membuat hashtag #RIP Rowan Atkinson yang kemudian menjadi trending topic dunia.

Parahnya lagi, halaman Wikipedia Rowan Atkinson juga langsung di-update dengan tanggal kematiannya, yakni 26 Februari 2012.

article-2106780-11EC8A2D000005DC-217_634x234

Melihat kesesatan informasi di seluruh dunia yang diakibatkan oleh ulahnya, Meras kemudian mem-posting permohonan maaf di akun Twitter-nya. Ia juga menjelaskan bahwa berita kematian Mister Bean yang di-posting-nya hanyalah gurauan.
article-0-11EC85F9000005DC-147_634x462

Di Indonesia, BJ Habibie menjadi korban berita palsu

Hoax (berita palsu) tentang berita kematian Mister Bean ternyata tidak menggema ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena Indonesia memiliki berita hoax-nya sendiri. Tokoh teknologi Indonesia dan mantan Presiden RI BJ Habibie pun sempat dikabarkan meninggal dan kabar tersebut menyebar luas di Twitter.

Tidak jelas siapa yang memulai berita palsu ini, tetapi yang jelas topik sempat menjadi pembicaraan pengguna Twitter di Indonesia pada Minggu (26/2/2012) malam. Setelah itu, ungkapan belasungkawa pun mengalir di linimasa Twitter.

Melihat semakin simpang siurnya berita kematian BJ Habibie, akun Twitter The Habibie Center akhirnya menyampaikan klarifikasi:

Habibie RIP

Cepatnya arus informasi di Twitter

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh komedian Michael Legge menunjukkan betapa cepatnya arus informasi di Twitter. Ia mem-posting berita kematian Gregg Jevin, tokoh fiktif yang diciptakannya sendiri untuk keperluan parodi.
"Sad to say that Gregg Jevin, a man I just made up, has died. #RIPGreggJevin"
Kata-kata ini kemudian ditanggapi oleh follower-nya, seperti seolah-olah sedang menanggapi kematian seseorang yang penting:
"Tickets for the Gregg Jevin memorial concert here are likely to go on sale in the coming weeks #RIPGreggJevin" (dikirim oleh Royal Albert Hall)
"We thought the most respectful thing we could do was create a tribute T-shirt. #RIPGreggJevin http://t.co/qUGBFnMQ" (dikirim oleh balconyshirts)

Tweet yang pertama menawarkan tiket untuk menghadiri konser memorial (ini seperti tiket untuk menghadiri konser memorial penyanyi pop Michael Jackson). Dan, tweet yang kedua menawarkan t-shirt untuk tribute bagi tokoh fiktif Gregg Jevin tersebut.

Meski hanya bersifat gurauan, tetapi percobaan dan parodi yang dilakukan oleh Michael Legge ini begitu cepat menyebar dan ditanggapi oleh para follower-nya di Twitter.

Jadi, setujukah Anda dengan ungkapan "Think Before You Tweet"?

Google Buka Toko Aplikasi Chrome di Indonesia

Google telah meluncurkan Chrome Web Store untuk Indonesia, Rabu (29/2/2012). Chrome Web Store adalah toko aplikasi terbuka (open marketplace) yang akan memenuhi kebutuhan aplikasi internet bagi pengguna browser Chrome.

Dikutip dari siaran pers yang diterima Kompas.com, Google Web Store juga akan menjadi sarana bagi para pengembang aplikasi lokal untuk menampilkan aplikasi internet hasil karya mereka.

"Dengan hadirnya Chrome Web Store, pengguna internet memiliki tempat yang mudah untuk mencari dan membeli aplikasi internet yang mereka inginkan, lengkap dengan informasi tentang peringkat, resensi  dan sistem interface yang user friendly," tulis Google.

Toko aplikasi ini juga menyertakan beberapa aplikasi yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia dan dibuat oleh pengembang lokal Indonesia. Berikut daftar beberapa aplikasi lokal yang sudah bisa diakses:

- Kompas Editor's Choice (Newspaper)
- Agnes Monica (Touch Jam)
- Capsa (Big 2 Game)
- Prambors (Radio)
- Blibli (e-commerce)
- Kapanlagi (Celebrities News)
- Nova (Female Magazine)
- Hai (Male Magazine)
- MindTalk (Social Channel)
- Lintas (News Aggregator)
- Muslim Life (Muslim App)

Di Chrome Web Store juga ada permainan terkenal seperti Angry Birds dan Battle Stations, serta aplikasi populer lainnya seperti Evernote, aplikasi untuk olah foto seperti Pixlr, dan fitur Google Docs pun dapat ditemukan disini.

Pengguna browser Chrome juga dapat menemukan Extensions dan Themes, untuk melakukan konsumisasi browser.

Extensions merupakan fitur dan fungsi yang dapat diatur sesuai dengan keperluan, yang dapat ditambahkan ke Chrome. Berbeda dengan aplikasi, jenis Extensions seperti PrayOnTime, sebuah fitur yang memberikan petunjuk shalat lima waktu sesuai dengan lokasi.

Sedangkan Themes merupakan fitur untuk mengubah tampilan dan latar belakang browser Chrome.

Saat ini, aplikasi-aplikasi yang ada di Chrome Web Store Indonesia belum ada yang berbayar, semuanya masih bisa digunakan secara gratis.

Ingin menjajal aplikasi internet yang tersedia di Chrome Web Store? Sila unduh browser Chrome terlebih dahulu, lalu kunjungi Chrome Web Store.

Tangkap 25 "Hacker" Anonymous, Interpol Jaga Ketat Websitenya

Kelompok hacker Anonymous belakangan ini sedang naik daun karena aksi-aksi "nakalnya", seperti membajak email Presiden Suriah dan merusak server CIA.

Atas aksi-aksi inilah, mereka dikejar-kejar pihak keamanan. Hasilnya, kepolisian internasional Interpol (international criminal police) berhasil menangkap 25 orang yang diduga anggota kelompok tersebut. Penangkapan dilakukan dalam operasi di seluruh Eropa dan Amerika Utara.

Interpol mengatakan, penangkapan dilakukan di Argentina,Chili, Kolombia, dan Spanyol oleh aparat penegak hukum nasional di bawah dukungan Grup Interpol Amerika Latin yang sudah ahli dalam kejahatan teknologi informasi.

Para tersangka, yang berusia antara 17 hingga 40 tahun, diduga merencanakan serangan cyber terkoordinasi untuk menyerang institusi termasuk Kementerian Pertahanan dan situs Kepresidenan Kolombia, serta perusahaan listrik Chili dan target penting lainnya.

Penangkapan di berbagai tempat

Penangkapan ini menyusul investigasi yang berlangsung sejak Februari 2012 yang melibatkan 250 jenis peralatan TI dan ponsel dalam pencarian di 40 tempat dari 15 kota.

Di ibukota Chili, juru bicara Interpol, Jamie Jara mengatakan dalam jumpa pers bahwa pihak berwenang telah menangkap 5 orang, dua diantaranya berusia dibawah 17 tahun.

Kasus ini sekarang ditangani jaksa Marcos Mercado, yang mengkhususkan diri menangani kejahatan komputer. Ia mengatakan para tersangka didakwa dengan tuduhan mengubah website, termasuk website Perpustakaan Nasional Chili, dan terlibat dalam serangan layanan di situs web perusahaan listrik Endesa dan Hidroaysen.

Tuduhan ini akan membuat mereka terancam hukuman penjara mulai 541 hari hingga lima tahun.

Jara juga mengatakan, hingga saat ini penyelidikan belum bisa membuktikan apakah mereka terhubung dengan kelompok terlarang.  "Hingga kini, kami belum bisa memastikan apakah mereka memiliki komunikasi khusus selain dengan kelompok mereka sendiri," ungkap Jara.

Sebelum penangkapan 25 orang oleh Interpol ini, Spanyol juga menngumumkan penangkapan 4 tersangka yang diduga kelompok hacker Anonymous. Dua server yang digunakan kelompok tersebut di Bulgaria dan Republik Ceko, telah diblokir.

Anonymous sering menyerang balik
Interpol yang bermarkas di Lyon, Perancis, tidak memiliki kekuatan untuk penangkapan atau penyelidikan, namun mereka membantu kerja polisi di seluruh dunia dan bertindak sebagai intelijen.

Puluhan penangkapan telah dilakukan di berbagai negara, namun Anonymous sering melakukan serangan balik terhadap penegak hukum, militer dan intelijen.

Karena tak punya struktur keanggotaan yang jelas, hacker, pendukung, dan aktivis bisa mengklaim diri mereka anonymous, sehingga penangkapan sering terlihat tidak signifikan.

Penangkapan 25 orang kali ini pun mendapat perhatian serius dari dunia. Website Interpol pun dijaga ketat dan ternyata hingga kini belum berhasil diserang oleh Anonymous.

Namun dari sebuah akun Twitter, seorang pengguna dari Brazil yang mengaku anggota Anonymous mengetik kata-kata berikut: "Interpol, you can't take Anonymous".